Bersama mendiang suaminya, N. Riantiarno, ia mendirikan Teater Koma pada tahun 1977 dan terus mengelola serta membesarkannya. Keunggulan utamanya terletak pada totalitasnya sebagai pekerja seni, baik di panggung teater maupun layar lebar, yang menjadikannya sosok sentral dalam dunia seni peran.
Keteguhan dan dedikasinya dalam menjaga keberlangsungan Teater Koma, menjadikannya bukan sekadar aktris, melainkan juga pilar utama dalam warisan teater modern Indonesia.